Syntories

Mengapa Pensil Terlihat Patah di Dalam Air? — Patah di mana?

Bab 1 — Patah di mana?

Iota sedang mewarnai gambar rumah kecil dengan cat air. Di sampingnya ada segelas air untuk mencuci kuas. Ia sudah selesai menggambar pintu dan dua jendela dengan pensil. Sekarang ia ingin mewarnai dindingnya.

Tanpa berpikir, ia memasukkan pensilnya ke gelas air, seperti memasukkan kuas.

“Eh,” kata Iota. “Itu pensil, bukan kuas.”

Wong Nam tertawa kecil dari kursi sebelah.

Iota hendak mengambil pensilnya kembali, tetapi tangannya berhenti di udara.

“Kek, lihat.”

Pensil itu berdiri miring di dalam gelas. Bagian bawahnya di dalam air, bagian atasnya di udara. Dan tepat di permukaan air, pensil itu tampak patah. Bagian di dalam air tidak menyambung dengan bagian di atasnya. Seolah-olah ada orang yang mematahkannya, lalu menyambungnya lagi dengan miring.

“Tadi lurus,” kata Iota.

“Coba angkat.”

Iota menarik pensil keluar. Air menetes dari ujungnya. Ia memutar pensil itu di antara jarinya, memeriksa seluruh batangnya dari ujung sampai pangkal.

“Tidak patah.”

Ia meletakkannya di sebelah penggaris. Pensil itu lurus, sama lurus dengan penggaris.

Iota memasukkan pensil ke gelas lagi.

Patah lagi.

Ia mengangkatnya setengah: patahnya ikut naik, selalu tepat di permukaan air. Ia menurunkannya: patahnya tetap di permukaan air.

“Airnya tidak benar-benar mematahkan pensil,” katanya pelan. “Kalau iya, waktu kuangkat pensilnya pasti patah.”

“Jadi apa yang terjadi?”

“Pensilnya lurus. Tapi kelihatannya patah.” Iota mengernyit. “Mataku salah?”

“Matamu tidak rusak,” kata Wong Nam. “Pertanyaannya: apa yang terjadi di jalan, antara pensil dan matamu?”

Iota menunjuk. Di antara pensil dan matanya ada air, dan ada dinding gelas yang bundar.

“Gelas bundar membuat semua benda di dalamnya tampak aneh,” kata Wong Nam. “Lebih gemuk, kadang bergeser. Itu bisa membingungkan kita. Mari kita pakai wadah yang lebar dan rendah, supaya kita bisa melihat dari atas, lewat permukaan air saja.”

Iota menyingkirkan gambar rumahnya ke ujung meja, jauh dari air. Lalu ia membawa pensil dan kain lap, mengikuti kakeknya ke dapur.