Seloso & Pon Adventures
Borobudur
Coming Soon
Seorang ahli bahasa ditemukan tewas di depan layar yang masih menyala. Di layar itu terbuka artikel Prof. Seloso tentang 48 kata terakhir dari bahasa yang punah akibat letusan Tambora.
Tahun 1815, Gunung Tambora meletus, dan bahasa di lerengnya ikut punah. Yang tersisa hanya 48 kata, dicatat Raffles di sebuah buku tua. Dua abad kemudian, seorang ahli bahasa ditemukan tewas di depan layar yang masih menyala. Di layar itu terbuka artikel milik kawan lamanya, Prof. Seloso, dengan satu kalimat yang diblok biru: apakah daftar ini sebuah pesan? Lalu sebuah organisasi yang tidak tercatat dalam sejarah memberi Seloso waktu 24 jam untuk memecahkan kode yang tak pernah bisa ia baca. Bersama Pon, mahasiswa bimbingannya yang selalu terlambat dan selalu membawa gorengan, Seloso harus menghitung, berlari, dan menyeberangi samudra, sebelum orang lain sampai lebih dulu ke ujung empat puluh delapan kata itu. Semua hitungan dalam novel ini nyata. Pembaca bisa mengulangnya sendiri dengan sebatang pensil.